iklan image

Sejarah : Kenapa Bulan September Dikenal Sebagai Bulan Kitab Suci Nasional?

BKSN 2022 Dalam Dei Verbum para bapa Konsili menganjurkan agar jalan masuk menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman. (DV no.22...

BKSN 2022

BKSN 2022



Dalam Dei Verbum para bapa Konsili menganjurkan agar jalan masuk menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman.

(DV no.22)

KOMSOS - SPMDKS | Pernah mendengar mengenai Bulan Kitab Suci Nasional? Bagi umat Katolik, hal ini sudah tidak asing lagi. Bulan Kitab Suci Nasional adalah istilah yang ada dalam agama Katolik. Umat Katolik Indonesia akan merayakan Bulan Kitab Suci pada setiap bulan September. Dengan adanya bulan Kitab Suci, umat diharapkan dapat lebih akrab dan lebih mengenal Kitab Suci, sehingga mereka semakin bertumbuh dan lebih kuat di dalam iman. Tetapi, tahukah kita kenapa bulan September dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional?

Lembaga Biblika Indonesia (LBI) adalah sebuah badan milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sejak tahun 1967 yang menangani kerasulan Kitab Suci secara nasional. Salah satu tugas utama LBI adalah menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Indonesia. Ide besar tentang Bulan Kitab Suci Nasional datang dari LBI.

Hingga hari ini, setiap kali memasuki Bulan September, hampir semua keuskupan di Indonesia selalu melakukan berbagai kegiatan untuk mengisi Bulan Kitab Suci. Kegiatan bisa di lingkungan, wilayah, paroki, biara, maupun di kelompok-kelompok kategorial. Semakin semarak dan bervariasi sekarang kegiatannya, misalnya, lomba baca KS, pendalaman KS di lingkungan, pameran buku, talk show, dan bahkan pada masa pandemi ini kegiatan dilaksanakan berbasis online. Lalu ada satu acara tetap yang selalu ada, yaitu Minggu I bulan September dirayakan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional (HMKS) dengan Perayaan Ekaristi secara meriah. Kitab Suci diarak secara meriah dengan pujian dan nyanyian syukur, lalu ditempatkan di tempat yang istimewa.

Sejak kapan tradisi Bulan Kitab Suci Nasional dimulai? Untuk apa?

Latar belakang penyelenggaraan BKSN, bagi kita Umat Katolik, tidak bisa dipisahkan dari peran besar dari Konsili Vatikan II (KV II). Ada satu dokumen dari KV II yang berbicara mengenai KS, yaitu Dei Verbum. Dalam Dei Verbum para bapa Konsili menganjurkan agar jalan masuk menuju Kitab Suci dibuka lebar-lebar bagi kaum beriman (DV no.22). Konsili juga mengajak seluruh umat beriman untuk tekun membaca KS.

Bagaimana jalan masuk itu dibuka? Pertama, dengan menerjemahkan KS ke dalam bahasa setempat, dalam hal ini Bahasa Indonesia. Usaha ini sebenarnya telah dimulai sebelum KV II dan Gereja Katolik telah selesai menerjemahkan seluruh KS, baik PL (Perjanjian Lama) maupun PB (Perjanjian Baru). Namun, KV II menganjurkan agar diusahakan terjemahan KS ekumenis, yakni terjemahan bersama oleh Gereja Katolik dan Gereja Protestan. Mengikuti anjuran KV II ini, Gereja Katolik Indonesia mulai “meninggalkan” terjemahan PL dan PB yang merupakan hasil kerja keras para ahli Katolik, dan memulai kerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) milik Gereja Protestan.

Dengan demikian, mulailah pemakaian KS terjemahan bersama. Dan terjemahan ini lalu diakui resmi oleh Gereja Katolik maupun Gereja-gereja Protestan di Indonesia. Meski demikian, ada yang membedakan keduanya, yaitu Kitab-Kitab Deuterokanonika diakui termasuk dalam KS oleh Gereja Katolik namun tidak diakui oleh Gereja-gereja Protestan.

Kitab Suci telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, namun umat Katolik Indonesia belum mengenalnya, dan belum mulai membacanya. Mengingat hal itu, Lembaga Biblika Indonesia (LBI mengadakan sejumlah usaha untuk memperkenalkan KS kepada umat dan sekaligus mengajak umat untuk mulai membaca KS. Hal ini dilakukan antara lain dengan mengemukakan gagasan sekaligus mengambil prakarsa untuk mengadakan Hari Minggu Kitab Suci secara nasional. LBI mengusulkan dan mendorong agar keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan-kegiatan sekitar KS pada Hari Minggu tertentu.

LBI telah dua kali mencobanya. Dalam rangka menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis pada tahun 1975, LBI menyarankan agar setiap paroki mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus. Bahan-bahan liturgi dan saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1976. Akhir Mei 1976 dikirimkan bahan-bahan langsung kepada pastor-pastor paroki untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24-25 Juli 1976, ditambah lampiran contoh pendalaman, leaflet, tawaran bahan diskusi, dan lain-lain.

Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti yang diharapkan, LBI tetap meyakini bahwa HMKS harus diteruskan dan diusahakan. Adapun tujuannya adalah (1) untuk mendekatkan dan memperkenalkan umat dengan sabda Allah. KS juga diperuntukkan bagi umat biasa, tidak hanya untuk kelompok tertentu dalam Gereja. Mereka dipersilahkan melihatnya dari dekat, mengenalnya lebih akrab sebagai sumber dari kehidupan iman mereka, dan (2) untuk mendorong agar umat memiliki dan menggunakannya. Melihat dan mengagumi saja belum cukup. Umat perlu didorong untuk memilikinya paling sedikit setiap keluarga mempunyai satu kitab suci di rumahnya. Dengan demikian, umat dapat membacanya sendiri untuk memperdalam iman kepercayaannya.

Dalam sidang Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI, yang kemudian beranama KWI) pada tahun 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional (HKMSN). Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September. Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci. Maka, kegiatan-kegiatan tentang Kitab Suci akhirnya diberlangsungkan di sepanjang Bulan September, sehingga Bulan September disebut pula sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN).




*** YWS ***

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Artikel Umat,1,Babtis,1,Buku,6,Cerpen,4,Doa,16,Download,10,Event,27,Film,5,Foto,15,Historia,2,JMV,2,Katekese,36,Kerahiman Ilahi,1,Kesaksian,4,Komuni,2,Kosakata,1,Kring,7,Misdinar,2,OMK,6,Paroki,1,Pastoral,4,Pengumuman,1,Pernikahan,5,Pesan Paus,1,PK,2,Podcast,1,Profil Imam,1,Renungan,19,SEKAMI,12,SSV,1,Stasi,14,Uskup,1,Video,13,Warta Paroki,113,WK,3,
ltr
item
SPMDKS: Sejarah : Kenapa Bulan September Dikenal Sebagai Bulan Kitab Suci Nasional?
Sejarah : Kenapa Bulan September Dikenal Sebagai Bulan Kitab Suci Nasional?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPeuycyaGbMbizwvVMzEwlc4zA0dy9LOm1vIdN5_s9A92wG8IZnGgj8rWbjytsOXMKGGOLh-N8W0BGtjQFgtUn5paXs_enapVm3iDcZmb_yXkvPvyq1c5UQmClhnTS5JP8BgWiME-JwslDSJEIFh1_u9hcBm7L7yj9ip5ejAxOG3IdjyyUG2fK3UptOw/w640-h276/Banner%20BKSN%202022%20SPMDKS.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPeuycyaGbMbizwvVMzEwlc4zA0dy9LOm1vIdN5_s9A92wG8IZnGgj8rWbjytsOXMKGGOLh-N8W0BGtjQFgtUn5paXs_enapVm3iDcZmb_yXkvPvyq1c5UQmClhnTS5JP8BgWiME-JwslDSJEIFh1_u9hcBm7L7yj9ip5ejAxOG3IdjyyUG2fK3UptOw/s72-w640-c-h276/Banner%20BKSN%202022%20SPMDKS.jpg
SPMDKS
https://spmdks.blogspot.com/2022/09/sejarah-kenapa-bulan-september-dikenal.html
https://spmdks.blogspot.com/
https://spmdks.blogspot.com/
https://spmdks.blogspot.com/2022/09/sejarah-kenapa-bulan-september-dikenal.html
true
6282355287148803273
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content